KONSEP DASAR PENELITIAN EKONOMI DAN BISNIS

 Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, mengintrepestrasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subjek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah. Penelitian  adalah proses pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan ilmiah dan secara sistematis. Kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengamati sebab akibat dalam suatu kejadian dan cara penyelesaiannya.
Karakteristik atau ciri-ciri tersebut antara lain :
1. Sistematis
    Suatu penelitian haruslah bersifat sistematis, yaitu memiliki langkah-langkah kerja yang berurut dan teratur. Penelitian harus bersikap sistematis sehingga dapat dikembangkan oleh orang lain dengan menggunakan penelitian sebelumnya sebagai acuan. Bila kriteria ini tidak dipenuhi, tentunya penelitian tersebut tidak bisa diamati dan dipelajari lebih lanjut oleh penerus.
2. Logis
    Suatu kegiatan ilmiah dianggap sebagai penelitian apabila sifatnya masuk akal atau logis. Objek yang diteliti bisa bersifat tidak logis, dan dengan penelitian diharapkan ada penjelasan terhadap fenomena dari objek tersebut yang bisa diterjemahkan oleh logika berpikir manusia. Sebagai contoh, para ilmuwan percaya bahwa ada planet lain pada tata surya kita. Hal ini dianggap tidak mungkin pada awalnya, namun pada akhirnya peneliti dapat membuktikan kebenaran teori tersebut dan menjelaskannya dengan rinci dan bisa diterima secara luas.
3. Empiris
    Penelitian haruslah bersifat empiris, yaitu diperoleh berdasarkan pengalaman yang dilakukan bukan sekedar pendapat dan opini, serta dapat diamati. Dalam melakukan penelitian, peneliti bisa membuat hipotesis awal sebagai bagian dari kerangka berpikir ilmiah yang dimilikinya berdasarkan literatur yang ia baca. Namun hipotesis tersebut tidak bisa dianggap sah atau benar tanpa diuji dalam penelitian secara langsung.
4. Replikatif
    Penelitian haruslah memiliki ciri replikatif, yaitu dilakukan berulang-ulang dengan perlakuan yang sama. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat mewakili massa yang lebih besar. Dengan menerapkan tindakan replikatif, diharapkan penelitian dapat menemukan prosedur yang yang lebih lengkap, sehingga kedepannya penelitian tersebut dapat dikembangkan dan dikaji ulang oleh orang lain.
5. Objektif
    Suatu penelitian hendaknya bersifat objektif, yaitu mengambil kesimpulan dan keputusan berdasarkan respon objek penelitian. Faktor-faktor yang bersifat subjektif seperti prasangka dan emosi pribadi diharapkan tidak dimiliki oleh peneliti yang memang dituntut bersikap netral.Memberikan hipotesis awal boleh dilakukan oleh peneliti, namun bukan berarti hasil penelitiannya wajib mengarah kepada hipotesis yang telah dibuat.
Fungsi penelitian yaitu, Mendeskripsikan, serta memberikan data atau informasi. Menjelaskan latar belakang tentang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Menyusun sebuah teori. Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksikan suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan dengan data-data yang sudah dikumpulkan. Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang sedang terjadi.
Jenis-Jenis Penelitian Secara garis besar, digolongkan menjadi dua macam yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mencakup data-data berupa angka. Sedangkan, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis secara detail. Namun, kedua penelitian tersebut dapat digolongkan menjadi berbagai jenis. Berikut merupakan berbagai jenis dari penelitian:
1. Eksperimen
    Penelitian dengan jenis eksperimen merupakan penelitian yang bersifat coba-coba atau menguji sebuah hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat dengan maksud tertentu. Jenis penelitian eksperimen dibagi lagi menjadi empat jenis yaitu pre experimental, true experimental, quasy experimental dan design factorial.
2. Deskriptif
    Dari kata “deskriptif” yang berarti penggambaran, dapat kita artikan bahwa penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang dimaksudkan dengan tujuan menggambarkan kejadian-kejadian yang ada dan masih terjadi sampai saat sekarang atau bahkan pada masa lampau. Jenis penelitian deskriptif berbeda dengan eksperimen dimana pada penelitian ini tidak melakukan perubahan terhadap variabel-variabel bebasnya. Sehingga, penelitian ini hanya mendeskripsikan suatu kejadian sesuai dengan apa yang terjadi tanpa campur tangan kita sendiri.
3. Korelasional
    Jenis penelitian korelasional merupakan penelitian yang bertujuan untuk menentukan hubungan antara dua variabel atau lebih. Pada umumnya, penelitian ini membutuhkan data variabelnya sendiri sehingga penelitian ini memerlukan kegiatan pengumpulan data. Dengan data yang sudah dikumpulkan, dapat diambil sebuah kesimpulan antara hubungan variabel-variabel yang ada.
4. Evaluasi
    Penelitian dengan tipe evaluasi merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengecek kembali proses berlangsungnya sebuah sistem. Akan tetapi, penelitian evaluasi ini haruslah memiliki topik yang telah dijalankan pada waktu itu juga. Selain itu, penelitian ini biasanya menemukan hasil berupa kelebihan serta kekurangan dalam pelaksanaan proses. Sehingga, untuk kedepannya dapat diberlakukan perbaikan sistem yang kurang agar lebih baik lagi.
5. Simulasi
    Biasanya orang-orang sulit membedakan antara penelitian simulasi dengan penelitian eksperimen. Hal ini dikarenakan kedua penelitian ini memang memiliki cara yang serupa. Akan tetapi, pada simulasi memiliki sebuah rancangan awal serta kondisi sistem yang telah ditetapkan sehingga lingkungan pengujian dibuat semirip mungkin dengan kondisi sistemnya. Berbeda dengan eksperimen yang menemukan bagaimana pengaruh kondisi sistem yang akan diuji.
6. Survei
    Survei merupakan kegiatan untuk mengumpulkan beberapa informasi atau data dalam sebuah populasi atau komunitas yang besar, sehingga data tersebut dapat mewakili keseluruhan populasi tersebut. Ilmu statistik sangat berperan dalam pengambilan survei agar data yang dikumpulkan dapat dikatakan valid.
7. Studi Kasus
    Studi kasus merupakan penggalian informasi mendalam melalui permasalahan yang ada di sekitar kita. Data atau informasi mengenai permasalahan menjadi hal penunjang dalam mencari solusi. Oleh karena itu, data berupa kejadian pada masa itu atau bahkan masa lampau yang berhubungan dengan topik tersebut perlu dikumpulkan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
8. Etnografi
    Penelitian berbasis etnografi meliputi kegiatan analisa secara detail melalui kelompok sosial yang ada di masyarakat. Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan wawancara dengan narasumber serta dokumentasi peristiwa yang ada dalam kelompok sosial tersebut.
9. Cultural
    Pada umumnya, penelitian cultural merupakan penelitian dengan objek yang berupa budaya atau hal yang sudah turun temurun dari masyarakat. Biasanya, penelitian cultural setidaknya harus mengambil data yang memang sudah dipastikan valid akan perkembangan budaya yang ada di suatu tempat.
10. Historis
      Dalam penelitian historis, kajian yang akan dijadikan objek berupa sejarah atau fakta-fakta mengenai fenomena yang telah terjadi di masa lampau. Data utama dari penelitian historis ini berupa dokumentasi baik suara, gambar digital atau bahkan objeknya langsung. Ilmu pengetahuan merupakan hal yang sangatlah luas untuk dipelajari dan diteliti. Oleh karena itu, terdapat berbagai macam penelitian untuk mengungkap ilmu-ilmu baru yang dapat dipelajari dari hasil penelitian tersebut.


Terimakasih Semoga bermanfaat ✨

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

PENGUMPULAN DATA