MASALAH, VARIABEL & PARADIGMA PENELITIAN

Masalah adalah kesenjangan (discrepancy) antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan sekarang. Kesenjangan tersebut dapat mengacu ke ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan lain sebagainya. Penelitian diharapkan mampu mengantisipasi kesenjangan-kesenjangan tersebut. Masalah yang perlu dijawab melalui penelitian cukup banyak dan bervariasi misalnya masalah dalam bidang pendidikan saja dapat dikategorikan menjadi beberapa sudut tinjauan yaitu masalah kualitas, pemerataan, relevansi dan efisiensi pendidikan (Riyanto, 2001:1) Salah satu jenis penelitian dalam bidang pendidikan adalah peneltian tindakan, yang dilakukan dengan menerapkan metode-metode pengajaran ketika proses belajar berlangsung di kelas dengan harapan meningkatkan prestasi belajar siswa.
Variabel adalah gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati. Tentunya banyak pengertian lain, tapi sepertinya pengertian itu sudah cukup. Merupakan suatu konsep yang bervariasi atau konsep yang memiliki nilai ganda atau suatu faktor yang jika diukur akan menghasilkan nilai yang bervariasi. Variabel juga dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang yang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau suatu objek dengan objek yang lain.
Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori. Paradigma penelitian juga menjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah, serta criteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian.

Cara Menemukan Masalah setelah peneliti menentukan bidang penelitian  (problem area)  yang diminatinya, kegiatan berikutnya adalah menemukan permasalahan (problem finding atau problem generation). Penemuan permasalahan merupakan salah satu tahap penting dalam penelitian. Situasinya jelas: bila  permasalahan tidak ditemukan, maka penelitian tidak perlu dilakukan. Pentingnya penemuan   permasalahan   juga   dinyatakkan   oleh   ungkapan:   “Berhasilnya   perumusan permasalahan merupakan setengah dari pekerjaan penelitian”.

Penemuan Permasalahan

Kegiatan  untuk  menemukan  permasalahan  biasanya  didukung  oleh  survai  ke perpustakaan untuk menjajagi perkembangan pengetahuan dalam bidang yang akan diteliti, terutama yang diduga mengandung permasalahan. Perlu dimengerti, dalam hal ini, bahwa publikasi   berbentuk   buku   bukanlah   informasi   yang   terbaru   karena   penerbitan   buku merupakan proses yang memakan waktu cukup lama, sehingga buku yang terbit—misalnya hari ini—ditulis sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Perkembangan pengetahuan terakhir biasanya  dipublikasikan  sebagai  artikel  dalam  majalah  ilmiah;  sehingga  suatu  (usulan) penelitian  sebaiknya  banyak  mengandung  bahasan  tentang  artikel- artikel  (terbaru)  dari majala h-majalah (jurnal) ilmiah bidang yang diteliti.

Kegiatan penemuan permasalahan, seperti telah disinggung di atas, didukung oleh survai ke perpustakaan untuk mengenali perkembangan bidang yang diteliti. Pengenalan ini akan menjadi bahan utama deskripsi “latar belakang permasalahan” dalam usulan penelitian. Permasalahan  dapat  diidentifikasikan  sebagai  kesenjangan  antara  fakta  dengan  harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide.

Terimakasih ✨

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

PENGUMPULAN DATA